kenapa DAI?

Kenapa mata kuliah inti (core) di Arsitektur UIN Maliki dinamai “Desain Arsitektur Islami”?

Pertama, jelas kami tidak mengajarkan mendesain rumah bordil, klub malam, dan sejenisnya.

Kedua, karena nilai-nilai Islam itu komprehensif, menyeluruh, dan tinggi. Sebagai sebuah pendekatan rancang, ia perlu dinyatakan. Sama seperti “green architecture”, “inclusive architecture”, dll yang menyatakan dirinya tanpa inferiority complex.

Karena sebagai value-based design (bukan style-based design), desain arsitektur islami mungkin punya irisan dan kemiripan dengan pendekatan-pendekatan desain yang lain, tapi tetap punya perbedaan-perbedaan mendasar yang penting untuk disadari. Misalnya, “green” tak selalu islami kalau tak mempertimbangkan interaksi dengan tetangga, atau “inclusive” tak selalu islami kalau tak mengenal batasan privasi. Karena itu, nilai-nilai Islam hadir sebagai inspirasi yg dapat dikombinasikan dengan pendekatan-pendekatan lain, sekaligus sebagai filter dan koridor untuk aspek-aspek rancangan yang kurang sesuai atau kurang dipertimbangkan di dalam pendekatan yg lain.

Lagi pula, kita punya khasanah keilmuan Islam, seperti ilmu Fikih, ilmu Kalam, ilmu Tasawuf, ilmu Ushul Fikih, ilmu-ilmu al-Qur’an, dsb yang sangat kaya sebagai inspirasi sekaligus koridor dalam berbagai aspek desain.

Ketiga, desain arsitektur islami disingkat DAI, intinya kami ingin para arsitek muslim jadi da’i yang berdakwah lewat karya #hasik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *